BKOW NTT Target 15 Kursi Untuk Perempuan Di Pileg 2019

Kupang, Poros Nusantara – Memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018, Badan Kerja sama organisasi wanita( BKOW) Nusa Tenggara Timur menggelar acara Dialog Publik dengan tema: “Peran perempuan dalam menghadapi tahun politik 2018-2019”.

Dialog publik diikuti kurang lebih 150 orang berasal dari berbagai organisasi perempuan yang ada di Kota Kupang ini bertujuan mendorong partisipasi aktif perempuan serta memberikan dukungan kepada perempuan potensial untuk mengambil posisi politik di berbagai lembaga yang ada di partai politik, legislatif maupun di pemerintahan.

Ketua BKOW NTT, Dra Kristofora Bantang, saat ditemui usai acara dialog publik di Aula Hotel Ina Boi, Selasa( 6/3/2017) mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda BKOW dalam menghadapi tahun politik 2018-2019 dengan tujuan, mendorong partisipasi aktif perempuan serta memberikan dukungan kepada perempuan potensial untuk mengambil posisi politik di berbagai lembaga yang ada di partai politik, legislatif maupun di pemerintahan. Untuk itu, organisasi perempuan yang ada tidak boleh bersifat apatis, karena lewat organisasi perempuan akan lahir kader-kader perempuan yang potensial yang bisa bersaing diarena politik serta ditargetkan 2019, 15 kursi Legislatif untuk perempuan. “Tugas organisasi itu, bagaimana menyemaikan, membesarkan kader-kadernya yang potensial yang punya kemampuan agar bisa ditawarkan kerana publik. Kita akan kesulitan kalo tidak dari sekarang disemaikan oleh organisasi-organisasi induknya. Untuk itu saya minta organisasi perempuan jangan menutup mata, karena target kita untuk 2019, perempuan harus ada 15 kursi di Legislatif,” kata anggota politisi PDIP ini.

BACA JUGA  Bupati HM Harris Menghadiri Peresmian Unit Metrologi Legal Pemkab Pelalawan oleh Kemendag RI.

IMG-20180307-WA0008

Anggota DPRD NTT ini juga mengharapkan, perempuan harus benar-benar aktif dan ikut berpartisipasi pada pemilukada 2018 dan pileg 2019 sehingga di NTT ada keterwakilan perempuan yang duduk disana. Menurutnya, Partai Politik menawarkan 30 persen kuota perempuan ini menjadi tanggung jawab organisasi perempuan apa yang sudah dibuat, sehingga kuota 30 persen bukan hanya sekedar tempelan belaka, tetapi peran aktif organisasi perempuan untuk bisa melampaui itu. “Kami sudah sepakat dari 22 organisasi perempuan yang bergabung di BKOW, akan menawarkan perempuan-perempuan potensial yang akan ditawarkan ke rana Publik atau ke rana politik jelang 2018-2019 dan kami siap dukung 100 persen,” tegasnya.

BACA JUGA  Lanal Bandung Laksanakan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam Bahaya Tsunami

Ditanya soal perempuan potensi tapi kurang percaya diri tampil, dirinya mengatakan bahwa ini tugas organisasi, bagaimana menjaring kader-kader berani untuk diarahkan menjadi perempuan yang percaya diri dari sumber daya manusianya agar perempuan punya motivasi diri sehingga percaya diri untuk bisa tampil diarena publik. Sudah banyak BKOW mensosialisasikan kepada organisasi-organisasi perempuan yang betul-betul ingin eksis kedunia politik. Sehingga kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi betul-betul sebagai ajang orbitkan diri.
Sementara itu ditempat yang sama Gubernur NTT, yang diwakili Kepala Biro Kesra Barthol Badar dalam sambutannya dan sekaligus membuka kegiatan ini mengharapkan, perempuan harus komitmen untuk bangun NTT melalui berbagai jalur, salah satunya adalah jalur politik. Menurutnya, peran perempuan sangat besar dalam setiap aspek kehidupan dan sekaligus menjadi kekuatan utama untuk membangun suatu hidup yang secara global. Momen dialog publik ini menjadi refleksi sekaligus menyatakan tekat dan komitmen agar perempuan bisa berkiprah secara aktif membangun NTT melalui media Politik.

BACA JUGA  Kapolsek Pasar Kemis Polresta Tangerang Dampingi Kapolresta Tangerang, Tinjau Vaksin Polri Presisi di GOR Pasar Kemis

 

( Laporan :  Erni Amperawati )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *