Wakil Bupati Sambut BPBD Provinsi Jawa Tengah, Dalam Kegiatan Koordinasi CSR Di Kabupaten Pekalongan

Pekalongan, Poros Nusantara – Kegiatan koordinasi dan pengembangan Corporate  Social Responsibility (CSR), untuk reduksi bencana tahun 2018 yang diselenggarakan oleh BPBD Jawa Tengah, diadakan di Aula Sekda Kabupaten Pekalongan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Jawa Tengah Heru Setyadi, Bank Jawa Tengah Herlambang, Forum CSR Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Akbar, Kepala Bidang dan Kasi Pencegahan dan kesiap kesiagaan BPBD Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, BPD Kabupaten Pekalongan exs Bakorwil Banyumas dan Bakorwil Pekalongan, Kamis (15/2/2018).

Dalam acara tersebut hadir pula 7-10 pengusaha seperti pengusaha catering, owobong, hotel dan pengusaha lainnya,  yang ada diwilayah bakorwil Banyumas dan bakorwil Pekalongan, adapun jumlah peserta yang hadir sebanyak 150 peserta,  jumlah tersebut diantaranya dari BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah 32 peserta dan 118 peserta dari dunia usaha.

BACA JUGA  Pangdam IM Pimpin Sertijab Pejabat Kodam IM

Arini Harimurti dalam sambutannya menghimbau kepada pengusaha supaya dapat berpartisipasi aktif dalam membantu penggulangan bencana dan lebih tingkatkan partisipasinya khususnya di pengurangam resiko bencana.

Menurut Kepala Seksi Kesiapan Kesiagaan BPBD Jawa Tengah Drs. Wahyudi Fajar, kegiatan seperti ini dengan tujuan agar dalam penanggulangan bencana, bantuan yang diberikan tidak hanya kebutuhan makanan saja seperti sarimi, akan tetapi kebutuhan yang lain seperti kebutuhan bayi dan kaum wanita juga perlu diperhatikan.

BACA JUGA  Tingkat Kehadiran Pegawai Kemenkop dan UKM diatas 90,1 Persen Setelah Cuti Bersama Lebaran

Ditambahkan pula oleh Wahyudi, kegiatan ini supaya dunia usaha dapat membangun peningkatan kapasitas mereka, khususnya DPRD, untuk mengurangi resiko bencana, sebab saat ini dunia usaha kebinggungan cara mengalokasikannya kegiatan-kegiatannya terutama bencana. “Dengan adanya koordinasi dan kegiatan pengembangan dasar ini, untuk membuka mata hati dunia usaha sehingga bantuannya tidak hanya makanan saja tapi ada yang lain.” ungkap Wahyudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *