Di tempat yang sama, Herman Semsi, mengatakan, menjadi bacaleg ada persyaratan yang harus diikuti walaupun syarat pendaftaran tidak dipungut biaya. Pola perekrutan yang digunakan baik secara internal maupun eksternal dengan melibatkan pengurus dan anggota serta komponen lain seperti tokoh agama atau tokoh masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar para bacaleg yang betul -betul memiliki integritas untuk betul – betul bekerja untuk rakyat jika terpilih nanti. “PPP sangat terbuka untuk agama apapun. Kita utamakan kearifan lokal. Ada persyaratan khusus buat kader yang beragama muslim seperti bisa menbaca Al Quran, sementara untuk bacaleg non muslim ada pengecualian. Makanya kita sebut kearifan lokal yang diutamakan. Ada syarat lain seperti tidak melakukan perbuatan tercela, tidak pernah pidana 5 tahun atau lebih tapi yang dibawa 5 tahun bisa jadi bacaleg, sehat jasmani rohani dan tidak terlibat dalam kegiatan narkoba. Ada juga fakta integritas ketika diterima menjadi caleg. Intinya tidak melanggar AD/ART karena kalau sudah jadi mereka akan bawa nama baik partai di lembaga legislatif,” kata Herman.
Yose Rizal menegaskan, PPP merupakan partai fleksibel tapi tetap merujuk pada AD/ART. PPP sudah terbuka tidak eksklusif pada umat tertentu karena PPP memandang bahwa NTT sangat pluralis sehingga tidak melihat perbedaan tapi kebersamaan dalam membangun daerah ini. Dirinya juga mengatakan kalau pada pemilu legislatif nanti PPP menargetkan untuk kursi DPRD Kota Kupang dirinya optimis meraih 6 kursi, DPRD NTT meraih 6 kursi, Kabupaten minus Kota Kupang ditargetkan 2 kursi dan DPR RI 2 kursi.
( Laporan : Erni Amperawati)






