PT ASIABEEF EKSPANSI PETERNAKAN SAPI DI NTT

Perusahan asing dari Brasil dalam usaha populasi ternak sapi berteknologi modern itu, kata James Jerry Huang, memilki prospek baik dalam jangka waktu 10 tahun. Dia yakin melalui teknologi dan manejemen yang ditransfer ke Indonesia lewat kegiatan investasi jangka panjang 35 tahun ini, bisa menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan.

Gubernur Frans Lebu Raya, menyetujui langkah dan upaya PT Asiabeef Biofarma Indonesia untuk melakukan ekspansi kegiatan pembibitan dan penggemukan sapi di Sumba Timur. “Prinsipnya saya berikan dukungan dan saya berpikir kegiatan usaha saat ini di atas lahan 1.000 hektar tidak cukup. Kalau bisa seluas-luasnya,” kata Gubernur Lebu Raya.

NTT7Gubernur, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) NTT, Semuel Rebo, meminta PT Asiabeef untuk memerluas jaringannya hingga ke pulau Timor. “Kalau di Sumba tidak cukup lahan maka saya ajak masuk ke Timor. Kalau di Flores memiliki tanah vulkanik tentu tidak bisa, tapi untuk pakan ternak banyak di Flores, ” ajak Lebu Raya.

PT Asiabeef Biofarma Indonesia memiliki target dalam pembibitan dan penggemukan ternak sapi di atas lahan 10.000 hektar dengan pola 2,5 ekor per hektar. Artinya perencanaan di atas lahan 10.000 hektar itu nantinya terdapat 25.000 ekor sapi. Dengan memperbanyak sapi betina dan penggemukan sapi jantan.

Kepala Dinas DPMPTSP NTT, Semuel Rebo, mengatakan PT Asiabeef Biofarma Indonesia menjadi satu-satunya perusahan asing yang serius berinvestasi di provinsi NTT. Lahan peternakan seluas 986 hektar di Sumba Timur telah dibangun pagar seluruhnya. Sekitar 300 hektar lagan ditanam rumput yang didatangkan dari Brasil untuk pakan ternak. Juga memiliki dua mesin kebiri sapi jantan untuk penggemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *