PARA RAJA DI TIMOR TEMUI BUPATI TITU EKI

Para raja tidak merasa kecewa karena perjuangan menghantar Titu Eki menjadi orang nomor satu belum berhasil, karena parpol tidak mengakomodir. Namun, katanya  perjuangan mereka belum berakhir karena para raja yang ada ini memiliki pengikut yang cukup besar dan nantinya mereka akan mengambil sikap soal siapa yang bakal didukung nanti. “Kami memang dengar ada 4 paket yang akan maju di pemilihan gubernur.  Kami memang sudah berusaha agar figur kami bisa masuk, tetapi karena partai tidak akomodir maka kami memilih diam-diam saja dulu. Karena kami punya perjuangan supaya Bapak Titu Eki bisa menjadi pemimpin di NTT ini, tapi karena saat ini belum berhasil maka kami datang untuk sama-sama bicarakan soal bagaimana kedepannya.Kami juga belum lihat wajah empat paket itu jadi untuk menentukan pilihan kami belum ada kesepakatan,” ujar Kloit.

Menurutnya, empat paket yang ada tentu merupakan orang-orang terbaik yang akan bertarung mendapatkan kursi gubernur dan wakil gubernur NTT. Soal pilihan politik tentu masing-masing masyarakat punya pilihan sendiri, tetapi khusus para raja se-daratan Timor, masih menunggu keputusan resmi dari Titu Eki entah melalui musyawarah adat bersama tentu para raja akan menunggu apa yang akan disampaikan Titu Eki nanti.

Fetor Honuk Kerajaan Amfoang, Tum Khemeo juga pada kesempatan ini menyampaikan beberapa poin penting terkait belum masuknya figur jagoan mereka yakni Ayub Titu Eki. Menurutnya, para raja sedaratan Timor sangat mengharapkan perjuangan mereka selama setahun mendorong Titu Eki menjadi gubernur berhasil, tetapi pada akhirnya Titu Eki tidak mendapatkan kuda tunggangan.  Tetapi ini bukan berarti para raja patah semangat. Ini menjadi langkah awal para raja untuk merapatkan barisan dan mengambil sikap menentukan pilihan satu dari empat paket yang ada. “Kami akan menunggu suara dari Pak Titu Eki. Selama ini kami berjuang agar beliau lolos, tetapi rupanya kami hanya bisa berjalan kaki. Kami tidak ada kuda tunggangan. Kita akan lihat siapa yang akan menjadi pemimpin NTT lima tahun kedepan nantinya,” kata Tum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *