Sementara itu, Ketua GMIT Pdt. Dr Mery Kolimon dalam pesan Natalnya mengajak semua umat Kristiani menjadi penebar kedamaian kepada setiap orang, agar di wujud nyatakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendeta Mery juga mengatakan, sebentar lagi masyarakat di Provinsi yang berbasis kepulauan ini akan melaksanakan kegiatan besar yaitu, pilkada untuk pemilihan Gubernur dan wakilnya serta Bupati dan wakilnya di 10 Kabupaten.
Menurutnya, momentum pilkada dimasa lalu seringkali menjadi ujian kehidupan berbangsa, sering kali kepentingan politik sesaat memanfaatkan simbol-simbol agama untuk meraih dukungan,bahkan tidak jarang membentur-benturkan masyarakat, suku, agama dan kepercayaan untuk itu, dia mengajak semua umat Kristiani yang merayakan Natal ini agar ajang politik sebagai bukti kedewasaan dan kepastian berpikir dalam beriman.
Romo Andreas Alo, A, Pr dalam kotbah Natalnya mengatakan, bahwa damai itu hadir secara efektif didalam perjalanan hidup bersama di atas bumi ini. Sebagai ungkapan damai, Allah menunjukkan kepada umat keunikan kasihNYA dalam kebesaran kasih-kasihNYA itu, Allah mengundang manusia dalam hubungan yang intim dengan Putranya Yesus Kristus, dengan demikian manusia beriman boleh belajar menggerakkan kehidupannya yang menumbuhkan hidup rukun damai dan sejahtera.
Menurut Romo Alo, hidup dalam kebersamaan manusia masih sering menunjukkan kesenjangan akibat sikap egois manusia, membutuhkan pembelajaran dari Yesus Kristus bagaimana keluar dari kawasan amannya sendiri dan berbagi dengan sesama dalam ketulusan hati.
Hadir pada perayaan Natal tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Fari Francis, Forkopimda dan ratusan umat Kristiani di Kota Kupang.
Perayaan ini juga di hibur dengan penampilan paduan suara dari San Jose OMK St Yoseph Naikoten Kupang dan paduan suara Fakultas Theologia UKW Kupang.






