SELAMATKAN HUTAN DARI KEKERINGAN, WARGA OBI DIAJAK BERDOA MEMOHON HUJAN
OBI. HALMAHERA SELATAN, MALUKU UTARA — Kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menurunnya ketersediaan air bersih menjadi perhatian serius yang membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Sangaji Obi Kesultanan Ternate, Kadir Rumpai, menyerukan kepada seluruh masyarakat di Pulau Obi agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan sekaligus melakukan ikhtiar spiritual dengan berdoa memohon hujan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat adat atau Bala Kusu Sekano-Kano yang berada di Pulau Obi, tanpa membedakan latar belakang agama maupun desa.
Kadir meminta masyarakat yang beragama Kristen untuk mengajak para pendeta atau pemimpin gereja masing-masing memimpin doa bersama, memohon kepada Tuhan agar segera menurunkan hujan, memberikan kesejukan, serta menjauhkan Pulau Obi dari bencana kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Obi untuk bersama-sama berdoa dan memohon hujan kepada Yang Maha Kuasa. Bagi masyarakat Kristen, mari meminta para pendeta untuk memimpin doa di setiap desa. Ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama menghadapi kondisi alam yang semakin mengkhawatirkan,” ujar Kadir.
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca yang terjadi di berbagai belahan dunia harus menjadi pengingat bahwa lingkungan hidup membutuhkan perhatian serius. Fenomena cuaca ekstrem, kekeringan, gelombang panas, hingga kebakaran di berbagai wilayah dunia menunjukkan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap remeh perubahan kondisi lingkungan.






