SELAMATKAN HUTAN DARI KEKERINGAN, WARGA OBI DIAJAK BERDOA MEMOHON HUJAN

 
 

Namun demikian, Kadir menegaskan bahwa selain berdoa, masyarakat juga harus mengambil langkah nyata untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ia secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika sedang dalam perjalanan menuju kebun, menuju desa lain, maupun ketika berada di kawasan yang dipenuhi rumput dan vegetasi yang telah mengering.

 

“Saya tidak bosan-bosan mengimbau kepada seluruh Bala Kusu Sekano-Kano, masyarakat adat dan seluruh masyarakat yang ada di Pulau Obi, agar jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jangan merokok kemudian membuang puntung rokok di sepanjang perjalanan menuju kebun atau ke desa lain,” tegasnya.

Menurut Kadir, kondisi rumput dan vegetasi yang kering sangat mudah terbakar. Puntung rokok yang terlihat kecil dapat menjadi sumber api apabila dibuang sembarangan dan mengenai rumput atau material yang mudah terbakar.

Api yang awalnya kecil, kata dia, dapat dengan cepat membesar dan menyebar apabila diterpa angin serta berada di kawasan yang kering.

“Api kecil memang bisa menjadi teman, tetapi ketika sudah menjadi api besar, api menjadi musuh kita bersama. Kita semua akhirnya harus berjibaku, bahu-membahu untuk memadamkannya,” katanya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan, menurutnya, harus dimulai dari kesadaran setiap individu.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan dan tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca serta lingkungan sekitar.

Kadir berharap seluruh kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat di Pulau Obi dapat menyampaikan dan meneruskan imbauan tersebut kepada warga di masing-masing wilayah.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *