Dukungan kementrian Pertanian Dalam Menjaga Ketahanan Pangan di Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU, PorosNusantara || kementrian Pertanian tak hentinya memberikan dukungan terhadap kegiatan kegiatan pertanian demi memajukan kualitas tanaman pangan di Indonesia, dalam wawancara di kantor dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Indramayu Edi Hernadi selaku penyuluh pertanian DKPP Kabupaten Indramayu menjelaskan mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan kegiatan dan program kementrian pertanian di Kabupaten Indramayu. (19/10/2022).

Selama 3 tahun terakhir Kabupaten Indramayu mendapatkan penghargaan dari kementerian pertanian sebagai Kabupaten terbaik peringkat pertama dalam tingkat nasional yang mampu mempertahankan komoditas pangan terutama pada sektor padi atau beras.

Hal ini tentunya merupakan hasil dari berbagai faktor pendukung dalam sektor pertanian yang dimiliki Kabupaten Indramayu, faktor pendukung tersebut antara lain ialah lebih luasnya lahan di Kabupaten Indramayu yang digunakan untuk melakukan aktivitas pertanian dibanding dengan rata rata kabupaten lainya, serta tak lepas dari bimbingan yang signifikan dari sang bupati Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A. dan dinas pertanian demi meningkatkan kemampuan dan kapabilitas Kabupaten Indramayu dalam mempertahankan komoditas pangan nasional.

petani juga didorong oleh penyuluh untuk mengurangi tingkat kehilangan pasca panen dan dibina dalam Ketepatan penggunaan sarana pertanian mulai dari varietas pupuk hingga dimulainya penggunaan combine harvester.

“Ada ketepatan dalam penggunaan sarananya, termasuk para petani kan sekarang didorong oleh para penyuluh untuk mengurangi tingkat kehilangan pasca panennya, dan banyak sekarang sudah mulai doyan lah para petani itu ke combine harvester” tutur Edi Hernadi.

Combine harvester yang di terima oleh petani di Kabupaten Indramayu sendiri merupakan prasarana pertanian berbentuk traktor yang sediakan melalui program Taksi Alsintan yaitu program kementrian pertanian dalam rangka membantu menyediakan alat dan mesin pertanian secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat.

Selain Combine Harvester, program Taksi Alsintan juga menyediakan traktor roda dua dan roda empat, pompa air berbahan bakar bensin yang dialihkan ke bahan bakar gas, dan jaringan irigasi.

Menurut Edi Hernadi bantuan dari program Taksi Alsintan sangat berperan penting dan salah satu faktor pendorong yang menjadikan kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi demi ketahanan pangan Indonesia.

“Tentunya program Taksi Alsintan ini berperan besar ya, dampak yang kami rasakan sangat signifikan kalau di banding yang kita rasakan sebelumnya, jadi sangat membantu lah program ini dan sangat signifikan pula hasilnya”

Selain itu, Pengawasan mutu dan peredaran benih sudah dilaksanakan oleh pemerintah demi menjamin kualitas benih yang digunakan dalam aktivitas pertanian. Secara umum petani di Indramayu tidak lagi menggunakan benih dari hasil panen sebelumnya, mereka selalu membeli varietas benih baru di kios-kios yang tersedia. Beberapa diantaranya bersedia membeli label yang lebih baik karena mereka berpendapat bahwa dengan meningkatkan kualitas maka hasil produksinya pun akan lebih berkualitas dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

“Karna menurut mereka kalau kualitas benihnya makin bagus hasil produksinya juga bedah lah gitu, jadi mereka berani nambah (biaya) sedikit.”

Terdapat pula bimbingan dari dinas pertanian dalam sektor pengolahan dan pemeliharaan benih untuk para petani, serta dilaksanakanya kegiatan pengecekkan sawah untuk menentukan eksistensi suatu hama di sawah tersebut, apabila terdapat hama maka akan dipertimbangkan untuk dilakukan penyemprotan pestisida, kegiatan ini disebut pengamatan dini.

Sedangkan untuk pemasaran dari hasil panen petani dilakukan secara individu, pertimbangan dilakukan oleh masing masing petani berdasarkan cara berfikir dan kondisi petani itu sendiri

“Pemasaran itu msih individu, karna ya namanya petani kalau butuh sekarang di jual, tapi kalau yang punya stok akan di jual saat harganya bagus”

Di tengah wawancara tim redaksi sempat menanyakan mengenai beberapa lahan petani yang dijadikan lahan industri padahal lahan tersebut adalah zona hijau. Menanggapi pertanyaan tersebut Edi Hernadi menyatakan bahwa indramayu sedang menata ulang daerah hijau yang boleh di alih fungsikan, dan mana yang tidak boleh di alih fungsikan, daerah yang boleh di alih fungsikan hanya daerah yang kurang produktif.

Walaupun pelaku pembangunan rumah di daerah sawah jarang diketahui dan belum ada catatan mengenai lahan yang dialihfungsikan, akan dipertahankan lahan seluas 86.000 hektar khusus untuk kegiatan pertanian. Lahan tersebut diberi istilah lahan abadi.

“Nanti akan dipertahan 86000 hektar khusus untuk pertanian, makanya ada istilah lahan abadi”

Edi Hernadi juga menjelaskan mengenai program dirjen Tanaman Pangan kedepannya. Program pertanian ramah lingkungan akan dilaksanakan sebagaimana konsep konsep yang sudah disampaikan oleh Kementerian pertanian. Petani akan diarahkan untuk menggunakan pupuk organik dalam menangani hama, meningkatkan serapan, serta mengembangkan palawija di tempat yang kurang mendapatkan akses air yang melimpah. Terdapat pula rencana untuk dimulainya penanaman Sorgum di kabupaten Indramayu.

Semoga dengan segala dukungan yang diberikan oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia Kabupaten Indramayu akan dapat terus berperan besar dalam mempertahankan ketahanan pangan di indonesia sebagaimana kabupaten Indramayu mampu mempertahankan komoditas pangan 3 tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *