KUPANG.POROS NUSANTARA – Pertumbuhan koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak dapat dipungkiri ibarat cendawan yang tumbuh di musim hujan. Selama kepemimpinan Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Beny Litelnoni, Koperasi menunjukan geliat yang signifikan.
Dari segi aspek jumlah saat ini sebanyak 4137 unit koperasi yang ada di NTT dDengan jumlah anggota 1.206.390 orang. Dari total itu didominasi oleh koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam 3.319 unit, dari aspek modal yakni modal sendiri mencapai Rp 2,3 triliun dan modal luar Rp 4,3 triliun lebih dan aset Rp 6,3 triliun.
Kondisi ini patut diapreasiasi positif. Tidak tanggung-tanggung, Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop-UKM), AAGN Puspayoga dalam kunjungan kerjanya ke provinsi Nusa Tenggara Timur menilai perkembangan koperasi di NTT, khususnya di Kupang sangat bagus, dan patut dicontoh oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT, Johanis Mau, SSos. MM kepada wartawan beberapa waktu lalu mengungkapkan, pertumbuhan koperasi di NTT tidak sekedar isapan jempol belaka. Kerja keras dari pemerintah NTT dibawa kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya, gaungnya bukan saja di aras lokal tetapi juga menasional. Untuk itu, tidak heran pertumbuhan koperasi yang pesat ini, pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada gubernur NTT.
Dikatakannya, pada tahun 2010, NTT menjadi provinsi koperasi lalu tahun 2017 gubernur menerima penghargaan sebagai provinsi penggerak koperasi dan penumbuh kewirausahaan terbaik bersama Provinsi Jogjakarta dan Bali. Tahun 2018 pada rakornas, gubernur menerima lagi penghargaan dari pemerintah pusat melalui menteri koperasi terutama dari lembaga perangkat daerah serta aturan baru PP 18 maka dinas koperasi Provinsi menjadi organisasi perangkat daerah terbaik dalam mengelola dan mengurus koperasi.Johanis menambahkan,total kewirausahaan di NTT ini sebanyak 103.707 unit yang tersebar di 22 Kabupaten dan kota.






