Koperasi di NTT Tumbuh Seperti Cendawan di Musim Hujan

Perkembangan koperasi di NTT mmbuat Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop-UKM) AAGN Puspayoga angkat bicara. Dalam kunjungan kerjanya ke provinsi Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu, Menteri Puspayoga menilai perkembangan koperasi di NTT, khususnya di Kupang sangat bagus, dan patut dicontoh oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Kalau di Koperasi di Kupang bagus-bagus. Tinggal digerakkan saja,” katanya kepada pers usai melaksanakan bakti sosial kepada sejumlah warga di Desa Oekabiti, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan berkembang dengan baiknya koperasi di NTT ini, diakibatkan karena masyarakat serta anggotanya sudah sadar betul akan untungnya menjadi anggota dalam sebuah koperasi.

Menurutnya, jika anggota yang disiplin dalam meminjam dan mengembalikan uang pinjaman, dirinya meyakini koperasi akan berkembang maju. Dirinya memuji  Koperasi Swasti Sari yang saat ini telah berkembang dengan sangat bagus, apalagi pada pada tahun 2014 lalu pernah terpilih sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. Dirinya melihat  sendiri warga begitu semangat meminjam dan mengembalikan uang pinjaman dari koperasi tersebut. Koperasi ini pertumbuhan anggotanya mencapai 24.000-an dan asetnya Rp 200 miliar lebih. Untuk itu, Menteri berpesan untuk menjadi sebuah koperasi yang maju maka distribusi kewenangan dalam membina pelaku koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangatlah penting.

Kementerian Koperasi sendiri sebagai wadah pemerintah, selalu menyediakan tempat pelatihan bagi sejumlah pelaku koperasi agar  sumber daya manusianya dapat bertahan. Sebab tanpa memiliki SDM yang kuat tidak akan mungkin koperasi itu akan berkualitas. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *