Porosnusantara.co.id, Jakarta – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengajak para pelaku wirausaha perempuan yang banyak bergerak di bidang industri rumahan untuk membentuk atau bergabung dalam satu wadah bernama koperasi. “Hal itu penting untuk bisa lebih mengembangkan usahanya. Nantinya, yang mengurus pengadaan bahan baku, mengurus perijinan usaha, hingga jalur pemasaran, akan dilakukan koperasi”, ucap Prof Rully pada acara seminar pemberdayaan perempuan bertema Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, di Jakarta, Rabu (2/10).
Prof Rully mencontohkan sudah banyak Koperasi Wanita (Kopwan) yang terbilang besar dan sukses dengan aset mencapai triliunan rupiah. “Saya melihat fenomena di masyarakat bahwa Kopwan jauh lebih berkembang dan tahan lama, dibanding koperasi lainnya”, ungkap Prof Rully.
Untuk permodalan, lanjut Prof Rully, dirinya pernah mengusulkan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM untuk membentuk skema pembiayaan khusus Kopwan atau koperasi karyawan. “Saya berharap, ketika suami bekerja di kantor, sang istri bisa membuka usaha di rumah, dengan bantuan permodalan dari koperasi karyawan yang mendapat dukungan dari LPDB”, tukas Prof Rully.
Dengan begitu, Prof Rully berharap sang istri bisa memiliki penghasilan tambahan, yang ujungnya akan lebih meningkatkan kesejahteraan keluarganya. “Saat ini, ada sekitar 85 juta perempuan dalam usia produktif. Kalau 10% saja berwirausaha dan membentuk koperasi, sudah berapa banyak Kopwan yang bisa dibentuk untuk mendukung usahanya”, kata Prof Rully lagi.
Bagi Prof Rully, dengan meningkatkan kesejahteraan perempuan, maka akan terbentuk keluarga yang sejahtera dan memiliki masa depan. “Bila keluarga sejahtera akan menjadikan sebuah bangsa kuat dan mandiri”, tegas Prof Rully.






