Kemenkop dan UKM Gerakkan Terbentuknya Koperasi Wanita (Kopwan)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesetaraan Gender dalam KUKM dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Helsyanita mengatakan bahwa pihaknya sudah menggulirkan program strategis untuk mengembangkan industri rumahan yang dilakukan kaum Hawa. “Salah satu tujuannya adalah menghentikan kesenjangan ekonomi kaum perempuan di Indonesia”, kata Helsyanita.

Helsyanita menambahkan, untuk melaksanakan program tersebut pihaknya bekerjasama dengan seluruh pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. “Salah satu fokus kita ada di daerah kantung-kantung pengiriman TKW, dimana kita akan memberdayan kaum perempuan setelah purna tugas sebagai TKI agar tetap berdaya secara ekonomi”, ujar Helsyanita.

Helsyanita berharap, kaum perempuan bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya, untuk membangun usaha, seperti tanaman dan daur ulang sampah. “Di KPPPA kita membagi wirausaha perempuan dalam tiga kategori. Yaitu, usaha pemula, usaha berkembang yang sudah merekrut karyawan dan memiliki alat produksi, hingga kategori mandiri yang memiliki modal sudah cukup besar dan sudah dipercaya lembaga perbankan”, jelas Helsyanita.

Manfaatkan Medsos

Sementara owner Ukhti dan Munira Hijab Erita Zurahmi mengajak kaum perempuan untuk memanfaatkan Smartphone-nya untuk melakukan usaha. “Kita harus bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram, agar mendapatkan uang tambahan untuk keluarga”, kata Erita.

Erita bercerita, pada 2015 lalu usahanya nyaris bangkrut karena mulai sepi pembeli. Namun, dirinya banting stir dari dagang offline ke online. “Hasilnya, usaha saya meningkat sekitar 300% dari sebelumnya. Itu tadi, kaum perempuan harus mampu untuk berkomunitas dalam Medsos dan juga berbisnis”, ucap Erita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *