Kementan Fokus Kembangkan Benih Jeruk Sebagai Subtitusi Impor

Komoditas hortikultura terdiri dari buah, sayur, tanaman hias dan biofarmaka menunjang kebutuhan dasar manusia. Komoditas ini sangat tepat dalam menunjang kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan, kesehatan, farmasi, kebugaran, kecantikan dan estetika. Pengembangan komoditas hortikultura berawal dari benih.

Benih bermutu merupakan kunci utama dalam menghasilkan produk hortikultura berkualitas. Prinsip utama pemakaian benih dikenal dengan sebutan “tujuh tepat terdiri dari tepat varietas, tepat mutu, tepat waktu, tepat lokasi, tepat jumlah dan tepat harga”.

Dengan adanya dasar tujuh prinsip tersebut, penyediaan benih bermutu tidak hanya diwujudkan oleh satu lembaga saja, namun berbagai lembaga terkait saling berkaitan dalam rangka pengembangan benih bermutu.

Badan Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) merupakan Pusat Penelitian Hortikultura dibawah Badan Litbang Pertanian. Terhitung tiga hari, 25 – 27 Juli 2019, badan ini menyelenggarakan Seminar Wisata Agro, Workshop Pedoman Teknis Perbenihan Jeruk dan Bimbingan Teknis (bimtek) Teknologi Inovatif Jeruk dan Buah Sub Tropika.

Adapun bimtek yang diberikan oleh para narasumber tidak hanya seputar komoditas jeruk saja, termasuk stroberi, teknik kultur jaringan apel, teknologi induksi pembungaan lengkeng, teknologi pengendalian OPT pada jeruk yang ramah lingkungan, serta cara perbanyakan agensia hayati pengendali hama dan penyakit jeruk.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah Workshop Penerapan Regulasi Baru Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit dan Implikasinya.” Workshop ini hasil kerja sama antara Ditjen Hortikultura dan Balitjestro yang sudah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Jeruk yang selalu menghasilkan inovasi baru dalam perbenihan. Selain workshop juga dilakukan kunjungan lapang ke instalasi perbenihan yang dimiliki oleh Balitjestro,” ujar Kepala Balitjestro, Mohammad Cholid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *