Kementan Fokus Kembangkan Benih Jeruk Sebagai Subtitusi Impor

 
 

Dalam rancangan pengembangan kebijakan perbenihan 2020 – 2024, setidaknya ada delapan komoditas buah-buahan yang akan menjadi fokus pengembangannya secara masif dan komersial di antaranya manggis, mangga, pisang, kelengkeng, durian, salak dan nenas.” Di antara komoditas tersebut, jeruk tetap menjadi prioritas pengembangan buah nasional dengan porsi komoditas jeruk ini 27 persen dibanding jenis buah lainnya. Hal ini bertujuan mewujudkan kemandirian produksi nasional melalui usaha substitusi impor,” ujar Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman.

Dirinya menambahkan, saat ini luas panen jeruk di Indonesia mencapai 46.921,8 hektare dengan hasil produksi mencapai 2.510.419,7 ton (BPS, 2018). Berdasarkan data produksi jeruk tersebut, mencapai 2,5 juta ton pada 2018, atau meningkat lebih dari 56 persen jika dibandingkan 2012 dengan besaran mencapai 1,6 juta ton. Sebagian besar produksi jeruk didominasi jeruk siam, selanjutnya diikuti dengan jenis jeruk lainnya.

 

Selanjutnya, Sukarman mengatakan Indonesia masih impor jeruk walau dalam jumlah terbatas dibandingkan total produksi dalam negeri. Sebagian besar jeruk impor didominasi jeruk warna oranye di antaranya Murcot, Clementine, Kino, Ponkan, Mandarin, Valencia Neval dan lain-lain.

Seiring dengan usaha substitusi impor, upaya pengembangan jeruk berkarakter mirip dengan impor juga terus dikembangkan. Beberapa varietas layak dikembangkan untuk substitusi impor diantaranya varitas Jeruk Keprok Rimau Gerga Lebong (Bengkulu), Jeruk Keprok Batu 55 (Malang), Jeruk Siompu (Sulawesi Tenggara), Jeruk Keprok Soe (Nusa Tenggara Timur), Jeruk Siem Karo dan Jeruk Siem Kintamani.“ Salah satu tantangan di hadapan kita adalah bagaimana sektor perbenihan dapat tumbuh dan memberi fondasi yang kuat untuk menopang pengembangan pertanian di Indonesia. Hal ini tak terkecuali dengan perbenihan di komoditas jeruk. Kita mengetahui bahwa perbenihan jeruk di Indonesia sebenarnya selangkah lebih maju dibanding benih tanaman komoditas buah lainnya. Sistem dan alur produksi benih jeruk di Indonesia sudah lebih berpola,” papar Sukarman.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *