Porosnusantara.co.id – Kabupaten Magelang dikenal penghasil salak nglumut di Jawa Tengah dengan sentra pengembangan tersebar di beberapa kecamatan. Salah satu terbesar di antaranya Kecamatan Srumbung yang terletak di lereng Gunung Merapi. Daerah ini subur dan sangat cocok untuk budidaya salak karena mengandung banyak bahan organik dengan tingkat keasaman tanah yang netral.
Saat ini produksi salak asal Magelang sudah memasuki pasar ekspor Singapura, China, Kamboja dan Jerman melalui perantara asosiasi atau perusahaan eksportir. Petani di Kecamatan Srumbung menjalin kemitraan dengan Paguyuban Salak Pondoh Mitra Turindo yang berlokasi di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Selain pasar ekspor, salak Magelang juga mengisi beberapa pasar di luar Jawa Tengah, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera, Riau dan Kalimantan. Sementara ini pertanaman petani banyak terserang hama lalat buah (Bactrocera spp). Untuk melindungi dan mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh lalat buah, perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian sesegera mungkin.
Dalam rangka pengendalian lalat buah pada pertanaman di Jawa Tengah khususnya Magelang dan Banjarnegara, UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah melalui Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura (LPHPTPH) Temanggung dan Banyumas siap mengawal dan mendampingi petani di lapangan.
Area pengelolaan lalat buah skala luas di Kecamatan Srumbung, Magelang meliputi 448 hektare. Lokasi pemasangan perangkap berada di desa yaitu Desa Sidomoro (Gapoktan Ngadi Luhur), Desa Nglumut (Gapoktan Nglumut Makmur) dan Desa Sudimoro (Kelompok Tani Sekar Arum). Cara pengendalian lalat buah yang diterapkan adalah pemasangan perangkap atraktan ME serta konservasi musuh alami dengan menanam refugia.






