Panglima Presidium Mitra BGN Indonesia, Sawaluddin Aweng, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap Program MBG. Menurutnya, para mitra tetap berkomitmen mendukung program pemerintah, tetapi membutuhkan kepastian operasional dan mekanisme kemitraan yang transparan serta adil.
“Kami tidak menolak MBG. Kami ingin program ini berhasil. Jika ada kekurangan, berikan kesempatan untuk memperbaiki. Jika kemitraan dilanjutkan, berikan kepastian operasional. Jika tidak dapat dilanjutkan, selesaikan investasi kami secara adil dan sesuai hukum,” tegas Sawaluddin.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan mitra dalam setiap perubahan kebijakan yang berdampak langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan. Menurutnya, hubungan antara BGN dan mitra harus dibangun berdasarkan komunikasi terbuka, kesetaraan, serta kejelasan hak dan kewajiban masing-masing pihak.Proses kemitraan yang kami tuntut harus adil, setara, dan bertanggung jawab. Dalam setiap kebijakan BGN, kami harus diajak bicara. Kedudukan kita sebagai mitra harus setara dan masing-masing pihak harus saling menjaga,” ujarnya.
Lima Tuntutan Utama Presidium Mitra BGNDalam aksi tersebut,
Presidium Mitra BGN Indonesia menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah dan DPR RI sebagai berikut
1. Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Presidium meminta pemerintah melanjutkan dan mengoptimalkan Presidium meminta pemerintah melanjutkan dan mengoptimalkan Program MBG sebagai program prioritas nasional pemerintahan Prabowo–Gibran. Keberlanjutan program dinilai penting agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan masyarakat, sekaligus memberikan kepastian bagi para mitra yang telah berinvestasi dan terlibat dalam pelaksanaannya. MBG sebagai program prioritas nasional pemerintahan Prabowo–Gibran. Keberlanjutan program dinilai penting agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan masyarakat, sekaligus memberikan kepastian bagi para mitra yang telah berinvestasi dan terlibat dalam pelaksanaannya.






