Kantor DPP GRIB Jaya Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Charger HP

Polisi Pastikan Tidak Ada Bom Molotov

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran juga mengarah pada korsleting listrik.

“Iya korsleting (listrik),” kata Nasriadi.

Menurut Nasriadi, dugaan tersebut berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi. Saat kebakaran terjadi, tidak terdapat orang yang masuk ke ruangan tempat dugaan sumber api.

Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab kebakaran secara definitif. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran.

Nasriadi juga membantah adanya dugaan pelemparan bom molotov atau aksi sengaja untuk membakar kantor tersebut.

“Tim Labfor tetap periksa untuk memastikan lebih jelas. Artinya, sampai saat ini tidak ada bom molotov, tidak ada insiden atau apa, betul-betul itu dari korsleting listrik,” tegas Nasriadi.

GRIB Jaya Kumpulkan Bukti Terkait Kericuhan 27 Agustus

Di sisi lain, DPP GRIB Jaya tengah mengumpulkan sejumlah bukti terkait informasi yang beredar mengenai keterlibatan organisasi tersebut dalam kericuhan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan pihaknya melakukan penelusuran terhadap informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Iya, kami dari mulai hari Sabtu udah mulai melakukan tracking segala macam. Mana yang kami harus lakukan upaya hukum, itu kami sekarang lagi mengumpulkan dokumen. Kalau memang unsurnya masuk, kami membuat laporan polisi,” ujar Wilson.

Menurut Wilson, sejumlah pemberitaan, khususnya di media sosial, dinilai telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta dan berpotensi merugikan kredibilitas GRIB Jaya.

“Karena antara berita yang dinaikkan dengan faktanya tidak sesuai, ya kebanyakan mereka membuat framing dan menjatuhkan kredibilitas daripada GRIB,” katanya.

Wilson menegaskan kehadiran anggota GRIB Jaya dalam aksi pada malam 27 Agustus 2026 bukan untuk memusuhi masyarakat maupun pengemudi ojek online (ojol).

“Kami hadir di situ bukan memusuhi masyarakat atau ada lagi bilang memusuhi ojol, itu sama sekali tidak,” tuturnya.

Penulis: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *