“Tak ada perjuangan yang sia-sia. Apa yang diperjuangkan selama ini merupakan ikhtiar bersama demi masa depan masyarakat Betawi,” katanya.
Jalih juga menegaskan bahwa keberadaan Pergub bukan hanya untuk kepentingan organisasi FBR, melainkan bagi seluruh masyarakat Betawi agar memiliki wadah adat yang kuat dan diakui dalam pembangunan Jakarta sebagai Daerah Khusus.
Sementara itu, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pelestarian budaya Betawi merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, keberadaan Pergub tersebut akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.
“Ini bukan hanya untuk kita saat ini, tetapi juga untuk anak cucu kita ke depan,” ujar Pramono.
Ia bahkan menceritakan kedekatan keluarganya dengan budaya Betawi. Pramono mengatakan bahwa menantunya berasal dari keluarga Betawi sehingga cucunya kelak akan tumbuh dengan identitas sebagai anak Betawi.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para peserta Milad FBR yang berharap Pergub Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi segera ditandatangani dan menjadi dasar penguatan eksistensi masyarakat Betawi di Jakarta.






