“Atas nama Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Solok selaku panitia pelaksana, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan, khususnya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dalam seminar ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa tantangan besar terhadap identitas dan karakter generasi muda.
“Di era digitalisasi saat ini, akses informasi terbuka sangat luas. Di satu sisi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis nilai adat, budaya dan karakter generasi muda apabila tidak diimbangi dengan penguatan dari keluarga,” katanya.
Menurut Lian Octavia, di tengah kondisi tersebut, peran Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah gadang menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi penerus.
“Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat dan membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah,” tutupnya.
Seminar tersebut berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi terkait penguatan nilai adat Minangkabau di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.






