“Al Azhar yang telah berdiri ratusan tahun ketika itu belum terpikir mendirikan sekolah khusus perempuan. Namun di Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah sudah melakukannya. Karena itu beliau mendapat penghargaan luar biasa dari dunia Islam,” ungkapnya.
Menurut Wabup, seminar keminangkabauan tersebut tidak boleh sekadar menjadi ruang nostalgia sejarah, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali semangat melahirkan tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau di masa depan.
“Kita ingin meneguhkan tekad, bahwa dengan peran perempuan hari ini, InsyaaAllah akan lahir kembali tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau. Semangat ini harus ditularkan hingga ke tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wakil bupati juga mengutip pepatah Arab “Al-Ummu Madrasatul Ula” yang berarti “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai penyakit sosial seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian online maupun offline, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengapresiasi setinggi-tingginya terselenggaranya seminar keminangkabauan ini. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang sangat dekat dengan agama dan Kitabullah,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil bupati Candra secara resmi membuka Seminar Keminangkabauan dengan mengucapkan basmalah.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.






