Ketua Umum Gerakan Sadar Budaya Apresiasi Gagasan JAWARA, Dorong Ekosistem Budaya Betawi yang Sehat dan Berkeadilan

Porosnusantara.co.id |JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Sadar Budaya, R. Panca Nur, mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) atas gagasan JAWARA (Menjaga Warga Negara) yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat.

R. Panca Nur berharap berbagai usulan dari para pelaku budaya tidak hanya berhenti pada tahap perumusan, tetapi dapat terus ditindaklanjuti melalui komitmen dan kesadaran bersama seluruh pihak terkait.

Menurutnya, perhatian terhadap ekosistem budaya menjadi hal penting yang selama ini terus disuarakan kepada berbagai instansi pemerintah. Ia menilai kondisi ekosistem budaya perlu mendapatkan evaluasi agar dapat berkembang secara sehat, adil, dan berkelanjutan.

“Gagasan JAWARA ini diharapkan menjadi wadah baru bagi para pelaku budaya Betawi, khususnya dari kalangan perguruan silat Betawi dan sanggar-sanggar budaya, untuk bersama-sama memastikan budaya Betawi ke depan berjalan secara inklusif dengan ekosistem yang sehat. Kalau adil, pasti makmur,” ujar R. Panca Nur.

Ia menegaskan, pengelolaan budaya harus terbebas dari praktik-praktik yang dapat merugikan para pelaku budaya. Menurutnya, pengalaman kasus dugaan korupsi yang pernah terjadi di lingkungan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menjadi pembelajaran penting agar pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih baik.

“Budaya harus bebas dari korupsi. Kejadian yang pernah terjadi menjadi pengingat bahwa kita tidak boleh hanya larut dalam euforia, tetapi harus terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap apa yang semestinya dilakukan,” ungkapnya.

R. Panca Nur juga menyampaikan bahwa perjuangan bersama tokoh Betawi, Bang Jali Pitoeng, dalam memperjuangkan hak-hak para pelaku budaya harus terus menjadi semangat dalam membangun tata kelola budaya yang lebih baik.

Ia mengaku telah berupaya membuka berbagai persoalan yang menjadi hambatan dalam perkembangan budaya Betawi dengan mengerahkan tenaga, pikiran, serta dukungan moril dan materil demi memperjuangkan hak-hak pelaku budaya secara adil.

Sementara itu, Mayjen Kopassus (Purn) Fauka Noor selaku salah satu perumus gagasan JAWARA menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan bagi para pelaku budaya Betawi.

Menurutnya, ke depan pelaksanaan dan pengawasan program JAWARA tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif, kesadaran, serta tanggung jawab bersama dari masyarakat budaya.

“JAWARA merupakan pembinaan strategi bagi pelaku-pelaku budaya Betawi. Dalam pelaksanaannya nanti, selain tugas dan tanggung jawab, diperlukan kesadaran bersama sebagai bagian dari upaya bela negara bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan,” ujar Fauka Noor.

Melalui gagasan tersebut, diharapkan budaya Betawi dapat terus berkembang dengan tata kelola yang lebih baik, transparan, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Fadillah

Penulis: fadillahEditor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *