Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau, DiIkuti Ratusan Pesilat.

Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut menjadi bukti besarnya perhatian seluruh pihak terhadap upaya pelestarian budaya Minangkabau, khususnya Silek Tuo.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mampu menghidupkan kembali Silek Tuo, bukan hanya di Kabupaten dan Kota Solok, tetapi juga di seluruh Sumatera Barat. Kini sudah semakin sedikit anak-anak muda yang bermalam di surau untuk belajar silek sebagaimana tradisi dahulu,” tuturnya.

Ia juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok melalui pengalokasian anggaran sehingga kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Silek Tuo akan kembali berjaya, semakin dikenal masyarakat luas, bahkan mampu mendunia sebagai salah satu identitas budaya Minangkabau yang patut dibanggakan,” pungkasnya.

Kegiatan Balerong Silek Tuo tersebut berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antarperguruan silek, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta para guru silek dalam menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya tak benda Minangkabau agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Penulis: Dewi Yulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *