Menurutnya, pelestarian Silek Tuo bukan hanya bertujuan mempertahankan seni bela diri tradisional, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia.
“Silek tidak hanya mengajarkan bagaimana membela diri, tetapi lebih dari itu membentuk kejujuran, kesantunan, kemandirian, disiplin, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai kehidupan inilah yang sesungguhnya diwariskan melalui Silek Tuo,” jelasnya.
Wakil Bupati meyakini apabila kegiatan Silek Tuo terus digalakkan di sekolah-sekolah maupun di setiap nagari, maka berbagai persoalan sosial di kalangan remaja seperti tawuran, balap liar, penyalahgunaan pergaulan bebas, hingga kenakalan remaja lainnya akan berangsur menurun karena generasi muda disibukkan dengan aktivitas yang positif dan membangun karakter.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan siap mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengembangkan Silek Tuo hingga menjangkau seluruh nagari.
“Kami meminta Dinas Pariwisata untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari agar kegiatan Silek Tuo dapat diperluas ke seluruh nagari di Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok siap mendukung dan membantu menyukseskan program ini,” tegasnya.
Sementara itu, **Wali Nagari Selayo, Ronal Reagen, ST Dt. Muaro Batuah**, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Barat, Wakil Bupati Solok, Ketua GOW Kabupaten Solok Lian Octavia, S.Pd., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Daswippetra, S.E., M.Si., para pimpinan OPD, Ketua LKAM Sumatera Barat, Ketua LKAM Kabupaten Solok, guru-guru silek, ninik mamak, serta seluruh tamu undangan yang telah memenuhi undangan Pemerintah Nagari Selayo.






