Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa Muslimat NU didirikan pada tanggal 29 Maret 1946 (26 Rabiul Akhir 1365H) dan Nahdlatul Ulama (NU) lahir pada tanggal 31Januari 1926 dan terus menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan tahun 1945, NU bersama para alim ulama dan santri turut berjuang demi agama, bangsa, dan negara. Dengan perjuangan yang penuh keikhlasan, diharapkan seluruh warga NU memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.
Pada momentum Harlah Muslimat NU, jamaah diajak untuk meningkatkan ibadah, ketakwaan, dan keimanan kepada Allah SWT. Jamaah juga diingatkan untuk menjaga sholat lima waktu karena sholat merupakan tiang agama dan pondasi kehidupan, sebagaimana membangun rumah yang kokoh.
Selain itu, disampaikan pula harapan agar seluruh ibu-ibu Muslimat diberikan kesehatan, rezeki yang halal, umur panjang yang penuh keberkahan, serta kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Nyai Hj. Khulafiah Munder juga memberikan ijazah doa dan wirid kepada para tamu yang hadir agar dimudahkan menunaikan ibadah haji.
“Allahumma nekat, Allahumma pekso,” disampaikan sebagai bentuk tekad, keyakinan, dan kepasrahan kepada Allah SWT agar diberikan jalan dan kemampuan menuju tanah suci.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pesan moral kepada seluruh jamaah agar menjaga lisan dan tidak melakukan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain, karena hal tersebut termasuk dosa besar yang dapat merusak ukhuwah sesama Muslim.
Melalui kegiatan ini diharapkan tradisi keagamaan tetap terjaga, kehidupan masyarakat semakin harmonis, serta tercipta pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.( Rls/Ich )






