Munas III Aptrindo Soroti Modernisasi Truk dan Efisiensi Logistik Nasional

“Kita ingin distribusi nasional tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi tumbuh merata dan kuat di seluruh Indonesia agar biaya logistik semakin kompetitif,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tarigan juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia logistik, mulai dari kenaikan biaya operasional, persoalan regulasi, harga BBM, pajak kendaraan, hingga pembatasan operasional angkutan barang.

“Namun sampai hari ini kita tetap berdiri tegak sebagai tulang punggung distribusi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Muiz Thohir menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Munas III Aptrindo yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menciptakan efisiensi logistik nasional.

“Munas ini diharapkan menjadi wadah pembahasan berbagai isu terbaru terkait angkutan barang,” kata Muiz mewakili Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Pemerintah, lanjutnya, juga terus melakukan pembenahan regulasi, sistem, dan standar operasional angkutan barang, termasuk mendorong implementasi program Zero Over Dimension and Over Load (ODOL) 2027.

Terkait hal itu, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho menegaskan bahwa kelayakan kendaraan menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan lalu lintas.

“Kelayakan kendaraan merupakan salah satu pilar penting keselamatan lalu lintas. Over dimensi merupakan kejahatan lalu lintas, sedangkan over load adalah pelanggaran lalu lintas,” tegasnya.

Ketua Panitia Munas III Aptrindo, Gagan Gartika Eryana, melaporkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 42 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aptrindo dari berbagai wilayah di Indonesia.

Munas III Aptrindo mengusung tema “Sinergi Pengusaha Truk Indonesia dalam Penguatan Ekosistem Logistik Cerdas: Inovasi dan Peremajaan Armada Berbasis Teknologi guna Mewujudkan Ketahanan Logistik Nasional”.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *