GRIB Jaya Buka Suara Terkait Polemik Ahmad Bahar, Hercules: Ada Sebab, Ada Akibat

Mengenai tuduhan bahwa anak Ahmad Bahar dibawa secara paksa dan diintimidasi dengan senjata api, Hercules memberikan bantahan keras. Ia menjelaskan, saat anggotanya mendatangi lokasi, Ahmad Bahar melarikan diri, sehingga sang anak dibawa ke kantor DPP GRIB Jaya untuk dimintai klarifikasi dengan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat.

“Dia membalikkan fakta seolah-olah menjadi korban. Anaknya dibawa ke sini ditemani Ketua RW, kita perlakukan sangat baik, dikasih makan dan dicarikan obat karena sedang flu. Di sini ada lima staf perempuan saya yang melihat,” kata Hercules.

Terkait ucapan soal kerudung yang menjadi sorotan LBH Muhammadiyah, Hercules yang merupakan seorang mualaf meluruskan bahwa dirinya tidak memaksa membuka jilbab, melainkan memberikan nasihat moral yang keras karena ponsel anak dan bapak tersebut diduga digunakan untuk melakukan teror.

“Saya nasehatin dia, kalau pakai kerudung itu mukanya sering bertatapan dengan air wudhu untuk salat, jangan dipakai HP-nya untuk meneror dan memfitnah orang lain. Jadi berita soal dipaksa buka kerudung dan ditodong senjata itu bohong,” tegas Hercules sembari menyampaikan permohonan maaf kepada umat Muslim atas kegaduhan di media sosial.

Kuasa hukum GRIB Jaya, Niko Kilikily, S.H., M.H., menyayangkan adanya laporan baru ke Polda Metro Jaya dan Komnas HAM. Padahal, pada tanggal 17 Mei 2026 malam, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan di Polres Depok.

“Kami sangat sayangkan kenapa dia tidak menghormati kedamaian yang sudah kita ciptakan. Kami menduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menunggangi masalah ini,” kata Niko KiliKily yang ikut mengawal proses perdamaian di Depok.

Niko Kilikily juga mengimbau rekan sejawat dari LBH Muhammadiyah yang mendampingi Ahmad Bahar agar melihat perkara ini secara objektif berdasarkan bukti dan saksi, bukan sekadar membangun opini sepihak di media.

Penulis: FadhillahEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *