Melalui karya tersebut, para akademisi teologi diajak untuk mengembangkan pemikiran teologi yang tidak hanya kuat secara ilmiah tetapi juga setia pada kebenaran Injil.
Pesan Teologis dari Stephen Tong
Konvensi Injil ini juga menghadirkan Pdt. Dr. (hc) Stephen Tong sebagai pembicara utama yang memberikan refleksi teologis mengenai pentingnya supremasi Injil dalam kehidupan gereja dan pendidikan teologi.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Injil harus tetap menjadi pusat dari seluruh pelayanan gereja dan aktivitas akademik di sekolah tinggi teologi.
Menurutnya, gereja dan lembaga pendidikan teologi akan kehilangan arah apabila Injil tidak lagi menjadi dasar utama dalam pengajaran dan pelayanan.
“Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia. Karena itu Injil harus tetap menjadi pusat pemberitaan gereja dan pendidikan teologi,” tegasnya.
Diskusi Ilmiah dan Kolaborasi Teologi
Selama konvensi berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah yang membahas supremasi Injil dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan pelayanan gereja.
Topik yang dibahas mencakup metodologi penelitian teologi berbasis Injil, tantangan sekularisasi dalam dunia akademik, hingga pentingnya membangun diskursus teologi Injili yang kuat di Indonesia.
Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai sekolah tinggi teologi untuk memperkuat jaringan kerja sama nasional, termasuk melalui penandatanganan kerja sama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
Pernyataan Konvensi Injil
Di akhir kegiatan, panitia membacakan Pernyataan Konvensi Injil I BMPTKKI yang berisi 12 butir komitmen bersama untuk menjaga kemurnian Injil dalam pendidikan teologi dan pelayanan gereja.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mempertahankan otoritas Alkitab sebagai dasar Injil serta menjadikan Injil Yesus Kristus sebagai pusat pendidikan teologi dan pelayanan gereja.






