Porosnusantara.co.id | Rokan Hilir – Sebanyak 17 tenaga honorer di SMPN 4 Kubu Babussalam mengeluh lantaran tidak mendapatkan insentif dari pihak perusahaan PT Jatim Jaya Perkasa. Saat ini, para honorer tersebut telah dirumahkan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, namun tetap mengabdi di sekolah dengan gaji seadanya.
Setelah dirumahkan, biaya gaji para honorer kembali ditanggung pihak sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jumlahnya terbatas. Kondisi tersebut semakin berat karena adanya aturan yang mengikat terkait pembayaran honor melalui mekanisme honor komite sekolah.
Meski dengan keterbatasan tersebut, para honorer tetap menjalankan tugasnya mengajar dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Mereka berharap adanya perhatian dan bantuan insentif dari pihak perusahaan, sebagaimana yang diterima oleh tenaga honorer di SDN 013 Teluk Nilap, sekolah tetangga SMPN 4 Kubu Babussalam.
Humas PT. Jatim Jaya Perkasa ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa seluruh honor SDN 013 sudah di berikan insentif, namun untuk SMPN 4 Kubu Babussalam pihaknya belum bisa mengakomodir.
“SD seluruhnya sudah kita kasih Dan guru SD yang pindah tugas ke SMP juga tetap kita pertahankan. Tapi kalau yg baru memang belum bisa kita akomodir”. Jelas Romaito Hasibuan
Terikat nasib dan keluhan 17 honorer guru SMPN 4 Kubu Babussalam, pihaknya belum bisa memberikan jawaban.
” Belum bisa saya jawab”. Tutupnya






