“Lewat Maulid Nabi di Kampung Ngajee, kami ingin menunjukkan bahwa kampung bisa menjadi pusat peradaban. Dari Tanjung Kejasan, harapan baru tumbuh agar kampung ini menjadi rujukan belajar Islam dan mengaji bagi banyak orang,” ungkap salah satu panitia.
Dengan nuansa penuh keberkahan, peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya seremoni, melainkan langkah awal menuju Tanjung Kejasan yang lebih religius, berdaya saing, dan modern tanpa tercerabut dari akar tradisi. Dari sinilah, Kampung Ngajee lahir sebagai simbol harapan baru.(AXS)






