1. Menghormati guru dan meneladani ajarannya.
2. Menjaga dan membantu pemimpin (ratu/adipati).
3. Berbakti kepada orang tua.
4. Taat kepada syariat agama.
5. Mengabdi kepada Allah SWT dengan selalu mengucapkan kalimat tauhid La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan warisan yang harus dijaga di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi digital.
“Jangan sampai kita melupakan sejarah. Karena sejarah adalah jati diri bangsa. Dari manuskrip tua yang ditulis para khalifah hingga berkembang menjadi aksara Arab-Melayu, semuanya menyimpan pesan penting untuk kita hari ini,” tegasnya.
Pertemuan ini pun ditutup dengan doa bersama agar Jayakarta dan bangsa Indonesia tetap aman, sentosa, serta mampu menjaga warisan budaya leluhur untuk generasi mendatang.






