Umum  

PT. GOZCO Plantations Tbk Gelar Public ExposeTahunan 2025 Melaporkan Kinerja Keuangan Perseroan yang Meningkat Dari Tahun Sebelumnya

Kenaikan produksi ini turut didukung oleh ekspansi areal tanam yang tumbuh 18,9% menjadi 15.596 hektare, dengan 13.938 hektare telah menghasilkan. Pertumbuhan ini dicapai melalui akuisisi PT Sinar Karya Mandiri oleh entitas anak, PT Suryabumi Agrolanggeng.

Belanja Modal Rp152 Miliar untuk 2025

Dalam rangka memperkuat fondasi bisnis dan mendukung target jangka panjang, Gozco menetapkan anggaran belanja modal sebesar Rp152 miliar pada tahun 2025. Alokasi tersebut terdiri dari:

Rp84 miliar untuk penanaman baru, replanting, dan perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM) Rp68 miliar untuk pembelian fixed assets guna mendukung operasional kebun dan pabrik.

Komitmen pada Sertifikasi dan Tata Kelola

Selama 2024, Gozco juga menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap sertifikasi dan praktik keberlanjutan. PT Cahya Vidi Abadi berhasil memperoleh sertifikasi ISPO pada 13 Agustus 2024, melengkapi entitas lainnya yang telah terlebih dahulu tersertifikasi.

Struktur Kepemilikan dan Wilayah Operasi

Perseroan mengelola aset produktif di Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah dengan total area tertanam 15.596 ha. Gozco memiliki kendali mayoritas atas delapan entitas anak, termasuk PT Cahya Vidi Abadi, PT Suryabumi Agrolanggeng, dan PT Telaga Sari Persada.

Restrukturisasi Organisasi dan Penguatan Finansial

Salah satu pengumuman penting dalam Public Expose ini adalah hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang memutuskan pergantian posisi Direktur Keuangan, Pajak & Akuntansi. Marvin Herbert Wibisono ditunjuk menggantikan Yongki Tedja untuk membawa pendekatan keuangan yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar.

Marvin kemudian memaparkan laporan kinerja keuangan yang menunjukkan peningkatan tajam. Pendapatan bersih tahun 2024 mencapai Rp804,6 miliar, meningkat dari Rp744,2 miliar di tahun 2023, atau tumbuh sekitar 8%. Sementara itu, laba tahun berjalan melonjak luar biasa menjadi Rp62,4 miliar, dari sebelumnya hanya Rp2,38 miliar — atau tumbuh sebesar 2.515%.

Penulis: DwiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *