Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menekankan pentingnya pendekatan pembinaan berbasis spiritualitas dalam menciptakan perubahan perilaku. “Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan yang bermakna dan berkesinambungan. Melalui momen seperti Waisak, kami ingin Warga Binaan memiliki ruang untuk merenung, menguatkan iman, dan menata ulang jalan hidup mereka,” katanya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas I Cipinang kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pembinaan berbasis keagamaan yang menyentuh aspek spiritual, emosional, dan sosial Warga Binaan. Di balik tembok pemasyarakatan, semangat perubahan terus tumbuh, memberi harapan bagi setiap individu untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. (sta)






