Pertumbuhan ekonomi sektor informal pada masyarakat sekitar akan semakin baik dan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi.
“Seharusnya pelabuhan kijing sudah bisa beroperasi secara maksimal sebagaimana layaknya sebagai sebuah pelahuhan yang dibangun triliunan dan sudah cukup lama diresmikan,” jelas Hofi.
Satu hal lagi yang menyedihkan Pelabuhan Kijing memiliki tempat penumpukan dengan kapasitas sampai 500 ribu twenty foot equivalent units (TEUs) dan delapan juta non-petikemas.
Tapi saat ini lapangan tempat penumpukan tidak ubahnya seperti lapangan bola kosong melompong. Ini artinya aktivitas pelabuhan lemah.
Pertanyaannya apa yang dilakukan Pelindo di pelabuhan kijing ini?
Pihak yang berwenang sudah saatnya melakukan audit terhadap aset aset dan cost yang ada di pelabuhan serta melakukan audit kinerja managemen Pelindo ini.
Hal ini menjadi penting sebelum negara dirugikan lebih besar lagi dan sangat merugikan daerah.
Maka sangat penting sekali untuk dilakukan audit terhadap fasilitas serta audit kinerja managemen pelabuhan.
Persoalan pelabuhan Kijing ini guna perbaikan performa pelabuhan dan ini adalah persoalan yang sangat serius maka sebagai warga Kalbar berharap segera dibenahi dengan managemen yang baik.
Pelabuhan Kijing ini harusnya memahami pontensi Kalbar yang memiliki potensi ekspor.
Dengan demikian pelabuhan sudah menyiapkan sarana untuk mendorong ekspor dari Kalbar.
Kalbar mempunyai potensi sawit yang luar biasa seharusnya telah tersedia tangki timbun CPO untuk ekspor dan fasilitas lainnya untuk menunjang komoditas ekspor Kalbar.
Management Pelindo bagian pengelolaan pelabuhan masih banyak hal yang perlu penataan, persoalan PBM masih perlu di benahi.
Semangat untuk melakukan monopoli oleh anak perusahan Pelindo semakin menjadi.






