Keangkuhan Elit Politik Harus Dibendung dengan Perlawanan

Penulis: Ya' Bayu Anggara (Sekjen Persaudaraan Pemuda Islam)

KPU harus ingat bahwa mereka adalah garda terakhir dalam menjaga integritas proses demokrasi di Indonesia. Apakah mereka akan berpihak pada rakyat, atau justru ikut-ikutan dalam permainan kotor para elit?

Kita tidak boleh lupa bahwa demokrasi ini diperjuangkan dengan darah dan air mata, terutama saat peristiwa 1998 yang menjadi titik balik dalam sejarah bangsa.

Konstitusi yang selama ini menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara kini terancam oleh tindakan-tindakan yang berusaha mengakali dan melawan prinsip-prinsip demokrasi.

Keangkuhan elit politik ini harus dibendung dengan terus menyuarakan perlawanan. Demokrasi harus dikembalikan kepada rakyat, di mana suara rakyat menjadi yang utama, bukan kepentingan segelintir orang yang hanya memikirkan kekuasaan semata.

Peristiwa ini tidak boleh menjadi preseden buruk bagi masa depan. Kita telah melalui proses transisi kepemimpinan nasional dengan baik, dengan terpilihnya Pak Prabowo sebagai presiden yang baru. Jangan sampai legitimasi rakyat yang mendukung proses ini dilemahkan oleh perilaku dungu yang hanya merusak tatanan demokrasi.

Masih ada waktu bagi elit-elit politik untuk kembali ke jalur yang benar, jalur yang setia kepada konstitusi dan kehendak rakyat Indonesia. Jangan biarkan tindakan ini menjadi noda hitam dalam perjalanan demokrasi kita yang telah susah payah diperjuangkan. Demokrasi bukanlah milik mereka yang berkuasa, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *