Dalam moment politik yang sudah diambang pintu itu mari kita jaga kota Singkawang dengan sikap toleran serta menghargai perbedaan dalam menyalurkan hak suaranya. Karena untuk mencari perbedaan itu sangat banyak, untuk itu sekali lagi saya menghimbau jika sudara-sudara sudah punya pilihan yang lain jangan pengaruhi demikian sebaliknya jika saudara-saudara belum punya pelihan salah satu paslon walikota pililah sesuai hati nurani. Dan kita sepakat untuk menolak politik uang.
Dalam acara santai Coffee Morning ini juga ada beberapa penanya dari peserta baik akademisi maupun ormas mengharapkan agar pemerintah Kota Singkawang semakin peduli atas keluhan-keluhan masyarakat terkait dengan ketertiban umum seperti pengadaan pasar-pasar yang seharusnya tidak boleh di buat pasar sekarang ini semakin tidak terkendali sementara pasar-pasar yang telah dibuat oleh pemerintah dengan menggunakan uang rakyat/negara milyaran rupiah ditelantarkan begitu saja.
Hal kedua yang ditanyakan adalah soal sampah di kota Singkawang, sampah juga akhir-akhir ini menjadi permasalahan ditengah-tengah masyarakat agar ditertibkan dan ditentukan jam-jam pembuangan.
Ketiga terkait dengan banjir, kota Singkawang saat ini hujan tiga jam saja sudah banjir dimana-mana untuk itu dalam forum santai ini kiranya pemerintah segera mengantisipasi agar kota Singkawang terbebas dari banjir.
Dalam acara coffee morning disepakati bahwa kami segenap unsur Pemerintah Kota Singkawang, TNI, Polri, Paguyuban, Ormas, LSM, Media dan Insan Akademis siap mendukung Pilwako yang aman, tertib dan berintegritas di Kota Singkawang tahun 2024 pilihan boleh bedah tapi kita semua bersaudara. (Jefry)






