BUPATI SOLOK KEMBALI UNJUK KAN TARINGNYA

  • Bagikan

Solok – PorosNusantara || Bupati kabupaten Solok H. Epyardi Asda, M. Mar, Memberhentikan wali. Nagari (.kepala desa) koto baru kecamatan kubung kabupaten Solok, Afrizal. K, malin Batuah.

Surat pemberhentian sementara wali Nagari ini, tertuang dalam keputusan Bupati Solok Nomor ; 100.3.3 –3 72—2023.Tertanggal 4 Desember 2023.

Ketika wartawan media ini.menghubunggi.wali Nagari tersebut melalui telepon seluler dan tidak tersambung.

Namun salah seorang Tokoh masyarakat setempat. Yang.meminta kepada media ini, untuk tidak menuliskan Namanya mengatakan Bahwa Pemberhentian wali Nagari tersebut Bermula, ketika Lembaga Adat Setempat membuat keputusan, dan menetapkan sejumlah Biaya bagi masyarakat yang meminta Rekomendasi untuk pembuatan sertifikat Prona.

Namun ternyata tanpa surat Rekomendasi Dari Lembaga adat ( KAN) Tersebut, Pemerintah Nagari Koto baru kecamatan Kubung, tetap memproses persyaratan Permohonan pengajuan pembuatan sertifikat. Prona dari masyarakat tersebut tanpa dipungut Biaya Karena menurut wali Nagari tidak ada ketentuan pemerintah untuk memungut biaya kepada masyarakat.

Dan hal inilah yang membuat Pengurus. lembaga adat Nagari ( KAN) Koto Baru menjadi marah, karena kebijakan Pemerintah nagari tersebut Membuat sumber pemasukan keuangan nya menjadi terhalang.

Perseteruan antara Lembaga adat nagari dan pemerintah Nagari ini, Ber ujung panjang,
Kemudian pengurus Lembaga adat Nagari ( KAN) Tersebut membuat surat Mosi. Tidak percaya terhadap Kepemimpinan Wali Nagari, yang ditujukan kepada Bupati kabupaten Solok. dan Langsung di setujui pemberhentian nya .

Seperti diketahui selama ini, Bupati Solok. Epyardi Asda M.mar., selalu membuat keputusan yang kontroversi, sehingga banyak terjadi perselisihan antara Lembaga adat dan pemerintah Nagari di beberapa Nagari lainya,
Tanpa adanya upaya penyelesaian secara persuasif dari pemerintah kabupaten.

Lebih lanjut Tokoh masyarakat tersebut mengatakan, karena Bapak Bupati Ini Berasal dari Latar belakang pengusaha, dan Bukan dari pamong, maka keputusan yang diambilnya banyak.yang menimbulkan masalah Serta selalu bertindak seperti Raja diraja

Demikian tokoh masyarakat tersebut
Menerangkan kepada media poros nusantara ( Dahler)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *