Kemudian, terkait dengan sikap dan pernyataan Gubernur Sumbar, Mahyeldi yang terkesan mengaminkan rencana pemerintah Pusat di beberapa media yang pernah dibacanya. H. Epyardi Asda mengatakan, bahwa dirinya juga sudah banyak melakukan kemunikasi dengan tokoh-tokoh Sumbar yang ada, termasuk bapak Irman Gusman. Dimana rata-rata menyayangkan dan menolak pernyataan orang nomor satu di Sumbar itu.
“Saya sebagai Bupati Solok, sangat prihatin dan sangat menyayangkan pernyataan Bapak Gubernur kita ini, yang menerima begitu saja. Saya secara pribadi kadang pernah berpikir, apa yang beliau pikirkan?, apakah beliau mengerti atau tidak, betapa pentingnya keberadaan dan status Bandara BIM bagi Sumatera Barat. Beliau sadar tidak?, Sumatera Barat ini apa, dan kebutuhannya seperti apa?,” tuturnya mempertanyakan.
Padahal, disampaikan mantan Anggota DPR RI tiga periode ini, jika Gubernur sendirilah bersama timnya yang mengatakan, bahwa Sumbar merupakan tempat tujuan Wisata Internasional, bahkan pariwisata merupakan salah satu misi pembangunan prioritas dalam kepemimpinannya.
“Untuk itu, saya juga bertanya-tanya. Apakah pantas seorang Gubernur Sumbar untuk mengeluarkan pernyataan seperti.






