Menanggapi hal itu, Bupati Solok, H. Epyardi Asda mengatakan, bahwa rencana pemerintah pusat itu, khusus untuk Sumatera Barat sangatlah tidak menguntungkan. Mengingat untuk Sumbar sendiri dalam pengembangan ekonomi daerah, salah satu andalannya adalah pariwisata. Bahkan dengan adanya BIM, paska dicabutnya PPKM oleh pemerintah pusat, wisatawan-wisatawan sudah mulai berdatangan, baik dari Singapura, Malaysia, dan wisatawan manca lainnya. Karena tidak bisa dipungkiri Sumatera Barat memiliki bentangan alam dengan sejuta pesona yang begitu menggoda.
Dan tidak kalah pentingnya, Sumbar sebagai sebuah propinsi, dengan 99% masyarakatnya beragama Islam. keberadaan bandara bertaraf international menurut H. Epyardi Asda sangat diperlukan, terutama khususnya bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umah ke Tanah Suci, bisa langsung dari bandara BIM yang ada di padang.
Termasuk BIM ini kita ketahui juga yang dipergunakan untuk keberangkatan Haji. Walaupun kementerian BUMN untuk hak ini dikecualikan. Apalagi, selain itu pemerintah pusat juga sudah menyiapkan asrama haji. Dimana siap untuk menampung masyarakat yang ingin berangkat haji, dan itu bukan hanya untuk Sumbar, tetapi juga untuk keberangkatan masyarakat dari provinsi yang bertetangga dengan Sumatera Barat.
Selain itu jika terjadi perubahan status bandara, maka secara tidak langsung juga akan memberi pengaruh tidak baik bagi lalu lintas perdagangan (Bisnis) dan investasi di Sumatera Barat.
“Untuk itu, saya sebagai Bupati, dan juga kebetulan kita memiliki salah satu putri Asli Kabupaten Solok, Athari Ghauti Ardi yang sekarang lagi duduk mewakili masyarakat Sumbar di Komisi V DPR RI, dimana bermitra langsung dengan Kementerian perhubungan RI. Dengan kapasitasnya di parlemen, saya juga akan berkomunikasi dan minta bantuan beliau untuk mempertanyakan status bandara BIM ini ke Kementerian Perhubungan sebagai mitra kerjanya. Dan kemudian juga minta bantuan untuk berkomunikasi dengan kementerian BUMN. Dimana tentunya kita sangat berharap, agar Bandara Internasional Minang Kabau (BIM) di Sumbar supaya tidak diturunkan statusnya dari bandara Internasional menjadi bandara Domestik (Lokal),” ujar H. Epyardi Asda yang juga sekarang terkenal dengan sebutan bupati viral ini disela waktu kerjanya di Kantor Bupati Solok Kamis(17/2/2023).






