Bandung, porosnusantara.co.id – Waaspotmaral Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto., S.E., M.Si., beserta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Kolonel Laut (KH/W) Dr. Renny Setiowati, S.T., M.Sc., M.Tr.Hanla., menyambut kedatangan Ketua Tim Komisi I DPR RI Dr. H. Hasanuddin beserta rombongan, bertempat di Aula Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang No. 8, Kota Bandung, Jum’at (18/11/2022).
Tim kunjungan kerja Komisi I DPR RI di Lanal Bandung antara lain Fadhlullah dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bachrudin Nasori, S.Si., M.M., Fraksi Partai PKB, Dr. Sjarifuddin Hassan, S.E., M.M., MBA., Fraksi Partai Demokrat dan KH. Ahmad Syaikhu Fraksi Partai PKS.
Kegiatan Kunker Spesifik Komisi I DPR RI ke Lanal Bandung bertujuan untuk mengetahui penjelasan sejauh mana dan kendala apa saja yang menjadi hambatan tentang “Peran Lanal Bandung Dalam Melaksanakan Pembinaan Potensi Maritim dan Masyarakat Nelayan Guna Mendukung Kekuatan Pertahanan Negara.”
Dalam sambutannya, Waaspotmaral menyampaikan bahwa sesuai amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 pasal 9 huruf e, TNI Angkatan Laut melaksanakan pemberdayaan wilayah Pertahanan Laut, dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pembinaan potensi maritim, dimana dalam setiap kegiatannya diarahkan untuk menyiapkan RAK Juang yang tangguh bagi kepentingan Pertahanan dan Keamanan Negara dari aspek laut. Panjang garis pantai Indonesia 108 ribu km, dan merupakan negara yang memiliki panjang garis pantai kedua terpanjang di dunia setelah negara Kanada. Hal ini juga, menyebabkan banyak masyarakat Indonesia yang tinggal dan hidup disekitar pantai yang biasa disebut dengan masyarakat pesisir.
Dari jumlah penduduk Indonesia, masyarakat miskin sebanyak 9,54 % (10,86 juta jiwa-BPS Maret 2022) dan di daerah pesisir tercatat sebesar 1,3 juta penduduk miskin atau 12,48 persen dari total penduduk miskin di Indonesia. Untuk mempercepat kemajuan desa-desa yang masih tertinggal di daerah pesisir, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E,. M.M., memerintahkan kepada Satuan Komando Kewilayahan dan Satuan Komando Non Kewilayahan jajaran TNI Angkatan Laut untuk melaksanakan program Kampung Bahari Nusantara (KBN) di daerah pesisir dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta Stake Holder terkait Bidang Kemaritiman. Penyelenggaraan Kampung Bahari Nusantara dibagi menjadi 5 (lima) bagian klaster pembinaan, yaitu Klaster Pendidikan, Klaster Ekonomi, Klaster Pariwisata, Klaster Kesehatan, dan Klaster Pertahanan.






