Diterima Ketua DPRD Berkas LPJ APBD dan PAD – Walikota Depok Laporkan Tanggung Jawab Realisasi Triliunan APBD 2021

Sumber PAD lainnya adalah Retribusi Daerah; ‎semula ‎Rp 38.339.758.107,00 bertambah/(berkurang) (Rp 2.118.896.300,00) sehingga ‎jumlah retribusi daerah setelah perubahan Rp 36.220.861.807,00.

Dan, PAD dari ‎Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, semula Rp 4.827.986.001,00‎ bertambah/(berkurang)   Rp 35.437.682.578,00, ‎jumlahnya menjadi‎ ‎Rp 40.265.668.579,00.

PAD dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, ‎semula ‎Rp 178.114.152.049,00 bertambah/(berkurang) Rp 40.479.021.417,00 menjadi ‎Rp 218.593.173.466,00.

Sementara pendapatan transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b, bersumber dari: ‎transfer pemerintah pusat yang s‎emula Rp 1.016.883.806.000,00 bertambah/(berkurang) ‎Rp 156.484.741.458,00 jumlahnya menjadi ‎Rp 1.173.368.547.458,00.

Transfer Antar Daerah, s‎emula Rp 496.470.208.467,00 bertambah/(berkurang) ‎Rp150.850.887.230,00 menjadi ‎Rp 647.321.095.697,00. Dan, ‎Lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan: ‎Semula ‎Rp 131.113.700.000,00‎ bertambah/(berkurang) Rp 19.160.087.469,00 menjadi ‎Rp 150.273.787.469,00.

Demikian rincian umum yang diperoleh NERACA yang belum maksimal transparansinya, berdasarkan sumber-sumber pendapatan khususnya PAD. Belum ada transparansi rincian detail tentang‎ yang dipungut dari berbagai dinas, badan & instansi lainnya termasuk dari BUMD, KUPT dan BLUD; misalnya pungutan pajak daerah dan retribusi dari RSUD, Puskesmas, IMB, parkir, sampah, KIR Kendaraan, Pajak Bagi Hasil, Investasi dan Penyertaan Modal, serta Sewa Aset Kekayaan Daerah dan lain sebagainya yang jumlahnya mencapai puluhan sumber PAD.

(Dasmir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *