OLAHAN BERBASIS SINGKONG DIOPTIMALKAN KEMENTERIAN PERTANIAN

Kandungan utama singkong adalah karbohidrat. Pada 100 g singkong mengandung karbohidrat sebesar 34,7 g dengan kalori 146 kkl. Jumlah karbohidrat tersebut, lebih tinggi dari ubi jalar, kentang maupun sukun. Hal ini menunjukkan potensi singkong sebagai sumber kalori dan dapat menjadi alternatif pengganti beras dan menunjang diversifikasi pangan.

Selain karbohidrat, singkong mengandung serat pangan kompleks, serat pangan larut, tidak larut, vitamin, dan mineral yang sangat penting bagi kesehatan.

Melalui Bertani On Cloud (BOC) Volume 182, P4S Cireunde binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat, berbagi cara mudah dalam membuat olahan berbasis produk lokal singkong menjadi beras singkong, aneka produk turunan dan aneka camilan.

Pemenuhan kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya sangat besar dengan cakupan wilayah geografis yang luas dan tersebar.

Indonesia membutuhkan pangan dalam jumlah mencukupi serta memenuhi kriteria layak konsumsi maupun logistik yang mudah diakses. Singkong tergolong sebagai komoditas pangan lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia sehingga dapat dijadikan alternatif makanan pokok.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *