PorosNusantara.co.id – WAJO-SulSel || Reserse Unit Tahbang Polres Wajo telah menggelar Mediasi terhadap kasus penyerobotan di desa Awo Kecamatan Keeera kabupaten Wajo Sulsel, Selasa 23 mei 2022 bertempat diruang data mapolers Wajo.
Nampak hadir Kanit Tahbang Polres Wajo Ipda Fadli.SH, Penyidik Pembantu Brikpol Randi Ardian, Kades Awo Farida, Marsose Gala selaku Pendamping Pelapor, Musriadi.S.Pd . Cs selaku Pihak Korban Pelapor, dan H.Cakka . Cs selaku pihak terlapor.
Kanit Tahbang reserse Polres Wajo Ipda Fadli SH, saat memimpin pertemuan mediasi, mengatakan saya undang kedua belah pihak baik pihak pelapor maupun pihak terlapor untuk mendengar permintaan kedua belah pihak guna dicarikan solusi sebagai bentuk penyedik yang menangani kasus ini betul – betul serius dalam penangnannya, karena mediasi ini adalah mediasi yang kedua kalinya dan dilaksanakan atas permintaan Pelapor sendiri ( Musriadi ).
Lanjut Fadli berulang kali terdengar mengutarakan meminta kepada terlapor bahwa bisakah tidak dikerjakan dulu itu sawah sambil menunggu Penyelesaian Proses Penyelidikan kami dipolres Wajo, dan saya bertanya betulkah sawah itu sudah digadaikan kepada Ambo Unru dan kalau betul digadaikan kenapa sampai bisa digadai sementara terproses di Polres Wajo, Tanya Ipda Fadli didepan peserta Mediasi.
Sementara Korban Pelaor Musriadi. S.Pd dalam permintaannya agar Sawah yang diserobot atau dikelola segera di Status quo dulu,( Kedua belah pihak tidak ada bisa kerja ) sambil menunggu Keputusan Pengadilan, karena kami bersedia menempuh jalur Hukum lain yakni gugat perdata dengan syarat sawah tersebut tidak ada lagi yang kelola atau kerjakan, Ujarnya dengan singkat.
Selanjutnya Pihak terlapor dalam hal H. Cakka. Cs mengaku kalau sawah tersebut diambil uangnya Ambo Unru untuk dipakai perbaiki Kuburan orang tua saya, dan saya suruh Ambo Unru Kelola atau kerjakan Sawah itu, karena sawah tersebut milik orang tua saya, sehingga saya sudah bagikan kepada Saudara Saya, 60 are saya bertiga Yakni, Muhlis 20 are, Fattah 20 are dan saya H. Cakka 20 are, sedangkan Darwis almarhum, saya beri 21 are, dan bertegas tetap akan mengelola atau mengerjakan sawah tersebut.Tegasnya.






