Pembangunan JUT Solusi Efektivitas Peningkatan Produktivitas Pertanian
“Untuk memenuhi persyaratan penggunaan alsintan serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen, diperlukan fasilitas jalan, jembatan, serta kelengkapannya yang memadai,” ucapnya
Ia menambahkan, majunya sistem pertanian tak hanya ditandai dengan penggunaan alsintan saja, tetapi juga meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan para petani.
Sedangkan JUT merupakan program yang sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor.
“Jalan usaha tani ini akan mempermudah akses alsintan menjangkau areal persawahan, dan Jalan pertanian ini akan memutus cost produksi yang besar dan memberi banyak manfaat untuk petani,” jelas Ali.
Dia juga menjelaskan bahwa dalam konteks sistem pertanian modern, kata dia, diperlukan penambahan maupun penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian yang dapat menunjang penggunaan alsintan, selain itu, diperlukan pula penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian.
“Untuk itu juga diperlukan alat untuk mengangkut sarana produksi pertanian (saprodi) dan hasil pertanian, baik dari maupun menuju lokasi” tukas Dirjen PSP.
Sementara itu, merespon adanya rencana kebijakan Kementan mengenai program JUT, nampaknya disambut antusias oleh para petani, hal ini terlihat tatkala porosnusantara.co.id berhasil menemui salah seorang petani sebut saja Mulyana(35) yang berdomisili di kawasan pertanian di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, ia mengatakan bahwa dari informasi yang didapatnya mengenai program JUT itu, kelihatannya sangat membantu pekerjaan petani dalam mengelola lahan pertanian dengan berbagai persoalan, melalui JUT terdapat langkah langkah solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan pertanian sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat dan dampaknya kesejahteraan petani pun meningkat.
“Kami sangat berharap JUT dapat segera diterapkan sehingga dapat menjadi solusi bagi persoalan sektor pertanian yang selama ini seringkali dihadapi petani “pungkas Mulyana (35), Senin, 18/4/2022 di Kuningan Provinsi Jawa Barat






