Di Perancis, Mobil Listrik Laris Manis,Di Indonesia Berpotensi Merajai Pasaran Pada Masa Mendatang

“Baterai itu kira-kira mewakili 35 persen dari biaya produksi kendaraan itu,” ungkap Ketua Tim Pengembangan Baterai Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) BUMN Agus Tjahajana Wirakusumah.

Ia pun menjelaskan dari data yang diperoleh nya, menyebutkan bahwa pada tahun 2030 mendatang harga rata-rata baterai lithium ini bahkan akan menyentuh US$ 73/kWh atau sekitar Rp 1 juta. Beberapa faktor yang mendorong menyusutnya biaya produksi ini adalah operasional pabrik yang semakin efisien, semakin besarnya kapasitas produksi, dan peningkatan skala ekonomi.

Di sisi lain, pengembangan teknologi yang memungkinkan baterai menyimpan energi semakin besar juga mendukung pemanfaatan lebih luas.

Harga mobil listrik yang lebih mahal memang membuatnya kalah bersaing dengan mobil konvensional.

“Harga baterai yang semakin murah ini harapannya bisa menjadi kunci peningkatan daya saing dan pemanfaatan kendaraan listrik lebih luas lagi di Indonesia, ini artinya Mobil Listrik Berpotensi Merajai pasar mobil di Indonesia “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *