Netizen, lanjut Omar, sangat berharap Jokowi memberikan klarifikasi atau pernyataan tegas. Di samping itu, ada warganet yang berpandangan jika Jokowi diam, artinya Jokowi setuju menunda Pemilu 2024, Selain itu, Jokowi dikaitkan juga dalam topik perbincangan mengenai dukung Jokowi tiga periode masa jabatan presiden. Namun, topik ini lebih sedikit dibicarakan dibandingkan topik publik tolak penundaan pemilu dan usulan tunda pemilu merupakan bagian dari demokrasi.
Sedangkan,Omar juga menjelaskan bahwa topik perbincangan warganet paling banyak kedua adalah ‘Apakah Luhut dalang di balik penundaan pemilu?’ perbincangan wacana tunda pemilu yang mengaitkan Luhut bukan karena klaimnya mengenai Big Data aspirasi masyarakat yang ingin pemilu ditunda, tetapi pertemuannya dengan ketua umum partai politik yang disebut membicarakan wacana penundaan pemilu, dan Topik perbincangan paling banyak ketiga ialah PKB, Golkar, dan PAN dukung tunda pemilu karena Luhut. Topik perbincangan berikutnya secara berurutan, yakni publik tolak penundaan pemilu, usulan tunda pemilu bagian dari demokrasi, dukung penundaan pemilu, harus amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dukung Jokowi tiga periode, penundaan pemilu khianati cita-cita reformasi, serta penundaan pemilu jadi panggung politik.
Selain mereka, tokoh yang juga paling banyak dikaitkan dalam wacana penundaan pemilu adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun, mereka sebagian besar dikaitkan dalam perbincangan menolak wacana penundaan Pemilu 2024.
Sebenarnya, Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, dan Airlangga tetap lebih banyak dikaitkan dalam perbincangan menolak penundaan pemilu dibandingkan perbincangan mendukung penundaan pemilu. Namun, mereka lebih banyak dikaitkan dalam perbincangan mendukung penundaan pemilu dibandingkan tokoh-tokoh yang lain, seperti Jokowi, Luhut, Megawati, Yusril, Prabowo, maupun AHY.






