Antisipasi Banjir,Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Program Pembangunan Infrastruktur Multiyear

Dudi melanjutkan, untuk pembangunan waduk, pihaknya merancang dengan berkonsep green and blue dan sebagai ruang publik demi menjaga kearifan lokal. Fungsi waduk sendiri dibangun untuk mereduksi debit banjir pada sistem aliran kali, Sedangkan revitalisasi ditujukan untuk meningkatkan kapasitas debit air, mengendalikan banjir kawasan dan penataan bantaran kali, adapun program 942 ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp 1 triliun.

“Anggaran tersebut dialokasikan Pemprov DKI dari dana pinjaman dari pemerintah pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, “Pungkas Dudi.

Berikut progres atau realisasi pembangunan dan rehabilitasi sembilan polder, empat waduk dan dua kali per 14 Maret 2022: Klaster Polder
-Pembangunan atau rehabilitasi Polder Kelapa Gading (Betik dan Artha Gading) dan Polder Pulomas realisasi 12,13 persen.
-Pembangunan atau rehabilitasi Sub Polder Marunda (JGC-Metland) dan Pompa Tipala-Adhyaksa realisasi 3,85 persen.
-Pembangunan atau rehabilitasi Polder Muara Angke, Polder Teluk Gong dan Polder Mangga Dua realisasi 2,46 persen.
-Pembangunan atau rehabilitasi Polder Green Garden dan kelengkapannya 7,74 persen.
-Pembangunan sistem Polder Kamal (pompa, pintu air serta kelengkapannya) realisasinya 5,27 persen.
Klaster Waduk dan Embung
-Pembangunan Waduk Pondok Ranggon dan Embung Wirajasa berikut dengan kelengkapannya mencapai 21,55 persen
-Pembangunan Waduk Brigif dan Waduk Lebak Bulus beserta kelengkapannya 13,49 persen
Klaster Sungai atau Kali
-Pembangunan atau peningkatan kapasitas sungai/Kali Besar dan sodetan Kanal Museum Bahari mencapai 7,02 persen
-Pembangunan atau peningkatan kapasitas kali atau sungai Ciliwung hilir kawasan Pasar Baru mencapai 3,53 persen (Chy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *