Tentunya,masih segar dalam ingatan kita adanya penjiplakan motif kain tenun oleh negara tetangga kita.Berangkat dari hal tersebut kita sebagai bangsa tidak boleh kecolongan dua kali apalagi sampe kebobolan akibat kelengahan kita dalam menjaga budaya.Nah,ada suatu organisasi dunia yang tugasnya melindungi warisan-warisan adat,pertanian dsb untuk kemudian dilestarikan.Nama lembaga tersebut adalah Globaly Important Agriculture Heritage Organization)ke Food and Agriculture Organitation.Lembaga ini dilindungi dan diakui oleh perserikatan bangsa-bangsa dalam melindungi dan melestarikan warisan berharga seprti system pertanian ini,untuk menjadi kekayaan dunia itu sendiri.
‘’Jak Lingko’’DKI Jakarta Di duga Mengadopsi Konsep Pembagian Lahan di Flores.
Istilah ‘jak lingko”itu sendiri.Sekedar diketahui ‘’Jak lingko”terdiri dua kata yaitu jak yang identic dengan Jakarta dan lingko yang identik dengan system pengairan sawah yang membentuk jaring laba-laba yang terdapat di Manggarai,Nusa Tenggara Timur.Sesuai dengan inspirasi penamaannya, Jaklingko mencerminkan system transportasi umum yang terintegrasi atau berjejaring seperti jaring-jaring laba-laba yang menyambung.
Nah,bagi teman-teman yang suka bepergian ataupun yang sering ke pasar senen atau di jalanan umum,kalian pasti tidak asing lagi dengan nama Jaklingko ini.Sebab,di bagian pintu atau badan angkutan umum.terpampang sticker atau poster jaklingko itu sendiri.Nah,asal muasalnya ya diadopsi dari system pembagian tanah masyarakat lingko adat,yang ada di daerah Cancar.Kabupaten Ruteng kabupaten Manggarai.
Tak kenal maka tak sayang, ada baiknya pembaca berkunjung ke Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk melihat keunikannnya secara langsung yang tentunya bisa membuat takjub akan pesonanya..






