“Bagaimana di Pulau Morotai proses konsolidasinya sampai ranting sudah kuat atau belum? Jangan hanya ada SK tetapi pergerakannya ke rakyat tidak ada. Lalu ingat ada proses pembentukan penyelenggara Pemilu yang perlu mendapat perhatian kita untuk memastikan Pemilu berjalan adil dan baik,” pesannya.
Puan kemudian mengungkit capaian perjuangan PDIP yang disebutnya terus mencatatkan tinta emas sejarah. Mulai dari pemenang Pileg dua kali berturut-turut sejak reformasi, hingga menjadi partai pengusung utama dalam kemenangan Pilpres dua kali berturut-turut.
Kemudian PDIP juga memiliki sebanyak 251 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 548 Daerah Provinsi dan Kabupaten di Indonesia.
“Semuanya itu adalah suatu capaian dari kerja keras dan perjuangan seluruh kader-kader PDI Perjuangan dan 3 Pilar Partai, yang harus terus diperkuat, karena ke depan tantangan dan lawan kita juga akan semakin berat,” ucap Puan.
Meski patut bersyukur atas semua pencapaian itu, kader-kader PDIP diminta untuk tidak lupa bahwa perjuangan kita belum selesai. Puan mengatakan, PDIP bukan hanya harus menang di Pemilu tapi lebih dari itu, harus bisa menjadi pembuka jalan untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar berdaulat berdikari dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Jadi kalau kita ingin PDI Perjuangan kembali menang di 2024, maka kita harus solid, solid, solid. Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Ibu Ketua Umum. Kita harus terus turun bertemu rakyat, membantu rakyat, menyejahterakan rakyat,” tegas Puan.
“Rakyat menanti komitmen PDI Perjuangan diwujudkan secara nyata dan dirasakan oleh rakyat. Apalagi saat ini ketika kita masih berada dalam situasi Pandemi Covid-19. Situasi yang dialami oleh seluruh negara di berbagai belahan dunia,” sambung Cucu Proklamator RI Bung Karno itu.






