Porosnusantara.co.id – Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkompimko) Jakarta Utara melaksanakan rapat koordinasi percepatan vaksinasi di Ruang Fatahillah Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (29/7). Kegiatan yang dilakukan secara daring ini mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 di wilayah Jakarta Utara.

Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan rapat koordinasi ini melibatkan seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) di Jakarta Utara.
“Pemerintah kota, TNI, Polri, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan sampai dengan partai politik,” katanya.

Ali menambahkan semua bargerak bersama-sama mulai melakukan pendataan kepada warganya masing-masing.
“Kita upayakan bersama-sama, untuk mengetahui kondisi dari keluarga masing-masing. Jangan sampai ada yang terlantar, ada yang tidak termonitor, baik oleh pemerintah ataupun oleh organisasi-organisasi tersebut,” ucapnya.
Ali mengatakan dengan diketahui kondisi kesehatan warganya, upaya pencegahan, penanganan agar tidak menjadi lebih parah bisa dilakukan.
“Upaya vaksinasi menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu kita mengingatkan kembali kepada semua, untuk menjadikan vaksinasi suatu gerakan. Mulai besok sudah mulai kita maksimalkan, seluruh anggota organisasi untuk menggerakkan keluarga besarnya masing-masing untuk ikut vaksinasi. Baik itu vaksinasi yang dilakukan secara mandiri oleh organisasi, ataupun memobilisasi keluarga besarnya untuk datang ke titik-titik vaksinasi yang ada. Jika dapat melakukan vaksinasi mandiri, pemerintah akan mendukung dengan tenaga kesehatan dan vaksinnya,” tuturnya.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Polisi Guruh Arif Darmawan mengatakan angka COVID-19 sudah turun, tapi masyarakat Jakarta Utara jangan lengah.
“Mulai tanggal 1 Agustus hingga tanggal 17 Agustus nanti kita akan mendukung program vaksinasi yang pemerintah lakukan. Polri akan melaksanakan Vaksin Merdeka. Buat masyarakat Jakarta Utara yang belum divaksinasi bisa datang dengan membawa Kartu Identitas Diri (KTP),” katanya.






